Buku terbuka di meja dalam cahaya sore yang tenang

Suatu Hari Nanti

Ada banyak hal yang belum dilakukan, tetapi tidak semuanya terasa seperti sesuatu yang sedang ditunggu.

Sebuah buku masih terbuka di halaman yang sama sejak beberapa hari lalu. Di atas meja, ada pesan yang belum dibalas. Baju yang sudah kering masih terlipat seadanya di ujung kursi, menunggu waktu ketika seseorang merasa cukup ingin membereskannya.

Nanti.

Kata itu mudah sekali digunakan. Nanti membaca bukunya. Nanti membalas pesannya. Nanti merapikan kamar. Nanti pergi ke tempat yang selama ini hanya dilihat dari layar.

Tidak ada tanggal untuk semua itu.

Hanya nanti.

Kadang-kadang, sesuatu memang benar-benar dilakukan. Buku itu akhirnya selesai dibaca, pesan akhirnya terkirim, kamar kembali memiliki ruang di lantai. Tetapi ada hal-hal lain yang tetap berada di tempatnya, berpindah dari satu hari ke hari berikutnya tanpa pernah benar-benar menjadi prioritas.

Aneh rasanya melihat bagaimana sebuah kata yang begitu kecil bisa menampung begitu banyak hal.

Pagi datang, kemudian siang. Cahaya berpindah dari satu sisi jendela ke sisi lainnya. Sore turun perlahan, dan beberapa benda di dalam kamar mulai terlihat lebih samar.

Mungkin besok.

Kata itu terdengar sedikit lebih dekat, meski sebenarnya tidak banyak yang berubah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Content Protected