rilaMOW’s little moments – Segelas susu untuk tuba – Ada orang-orang yang dahulu begitu mudah untuk disayangi.
Kebaikan kepada mereka tidak pernah terasa seperti sebuah kewajiban. Membantu terasa ringan. Memberikan sesuatu terasa menyenangkan. Bahkan sekadar mendengarkan cerita mereka pun tidak pernah terasa menguras apa-apa.
Mungkin karena pada masa itu, yang bersemayam di dalam ingatan hanyalah hal-hal baik.
Tentang bagaimana mereka pernah membuat kita merasa teduh. Tentang bagaimana mereka pernah hadir ketika dunia terasa terlalu riuh. Tentang tawa, percakapan panjang, perhatian-perhatian kecil, dan banyak hal sederhana yang membuat kehadiran mereka terasa seperti sesuatu yang patut disyukuri.
Sampai sesuatu berubah.
Tidak selalu datang sebagai sebuah peristiwa besar. Kadang ia menyusup perlahan, hampir tanpa bunyi. Seseorang yang dahulu membuat hati terasa hangat, sedikit demi sedikit mulai meninggalkan luka di tempat yang sama.
Ada perkataan yang mengendap lebih lama daripada seharusnya. Ada perlakuan yang membuat kita merasa begitu kecil. Ada kejadian-kejadian yang telah lama berlalu, tetapi rupanya waktu tidak benar-benar membawanya pergi.
Anehnya, hubungan itu mungkin masih harus dijalani.
Masih ada kesempatan untuk membantu. Masih ada keadaan yang membuat kita perlu bersikap baik. Masih ada saat-saat ketika orang itu membutuhkan sesuatu dari kita.
Dan di situlah kebaikan terasa berbeda.
Berbuat baik kepada seseorang yang memperlakukan kita dengan baik terasa seperti sesuatu yang mengalir tanpa perlu dipikirkan.
Namun kepada seseorang yang pernah melukai kita, kebaikan terkadang terasa seperti mengajak hati menapaki kembali jalan yang masih menyisakan serpihan.



