Seseorang berdiri di persimpangan jalan yang melambangkan batas tipis antara keberanian dan rasa tahu diri dalam mengambil keputusan hidup.

Batas Tipis Berani dan Tahu Diri

rilaMOW’s little moment – Batas Tipis Berani dan Tahu Diri – Ada momen-momen kecil dalam hidup ketika seseorang berdiri di antara dua perasaan yang sama-sama kuat: ingin mencoba dan ingin berhenti. Di satu sisi ada dorongan untuk melangkah, meski tidak yakin hasilnya akan baik. Di sisi lain ada suara pelan yang mengingatkan batas, pengalaman, dan kemungkinan gagal. Dua hal ini sering tidak saling meniadakan, justru saling bertabrakan di dalam kepala yang sama, di waktu yang sama, tanpa benar-benar memberi jawaban yang jelas.

Perasaan ini tidak selalu datang dalam keputusan besar. Kadang ia muncul dalam hal sederhana: mengirim pesan yang tidak jadi dikirim, mengungkapkan perasaan yang ditahan, atau mengambil peluang yang terlihat terlalu jauh. Di titik itu, manusia tidak sedang memilih benar atau salah, tetapi sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Antara “coba saja” dan “jangan memalukan diri sendiri,” semuanya terdengar masuk akal, dan justru itu yang membuatnya melelahkan.

Di tengah kebingungan itu, orang sering mencoba memberi label pada tindakannya. Jika ia melangkah, ia menyebutnya keberanian. Jika ia menahan diri, ia menyebutnya tahu diri. Namun hidup tidak selalu memberi penilaian sejelas itu. Ada kalanya keberanian terasa seperti keputusan yang gegabah, dan ada kalanya tahu diri terasa seperti penyesalan yang diam-diam dipelihara. Yang membingungkan adalah batas di antara keduanya tidak pernah benar-benar terlihat saat keputusan itu diambil, hanya bisa ditebak setelah semuanya terjadi.

Mungkin karena itu, manusia sering menilai tindakannya dari hasil akhirnya. Ketika sesuatu berhasil, kita menyebutnya keberanian yang tepat. Ketika sesuatu gagal, kita menyebutnya ketidaktahuan diri atau terlalu nekat. Seolah-olah hasil menjadi cermin yang paling jujur untuk membaca niat di masa lalu. Padahal saat keputusan itu dibuat, tidak ada jaminan apa pun, hanya keberanian atau keraguan yang sama-sama masuk akal di kepala yang sama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Content Protected