Dua orang saling berpegangan tangan sebagai simbol hubungan, kedekatan, dan perjuangan bersama

What Does It Feel Like to Be Worth Fighting For?

Akhir-akhir ini, ada satu pertanyaan yang terus berputar di kepalaku.

Bukan pertanyaan besar tentang masa depan. Bukan juga pertanyaan yang menuntut jawaban segera.

Hanya sebuah rasa penasaran yang datang diam-diam dan memilih tinggal lebih lama dari yang kuduga.

Bagaimana rasanya diperjuangkan?

Aku tidak sedang berbicara tentang hal-hal dramatis seperti di film. Bukan seseorang yang berlari mengejar kereta, atau berdiri di bawah hujan sambil menyatakan cinta.

Aku berbicara tentang sesuatu yang lebih sederhana.

Tentang seseorang yang melihat semua kesulitan, semua jarak, semua kemungkinan gagal, lalu tetap berpikir bahwa kita layak untuk dicoba.

Seumur hidup, aku sering mendengar cerita tentang orang-orang yang saling menemukan meski terhalang banyak hal.

Ada yang berbeda negara.

Ada yang berbeda bahasa.

Ada yang harus menunggu bertahun-tahun.

Ada yang harus menghadapi penolakan dari berbagai arah.

Dan setiap kali mendengar cerita seperti itu, pikiranku selalu berhenti di tempat yang sama.

Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dianggap seberharga itu?

Apa yang membuat seseorang memutuskan bahwa semua kesulitan tersebut layak dihadapi?

Apakah karena wajah yang mempesona?

Kepribadian yang menarik?

Kecocokan yang sulit ditemukan?

Atau ada sesuatu yang lebih dalam dari semua itu?

Aku tidak tahu.

Dan mungkin itulah alasan mengapa pertanyaan ini terus kembali.

Karena jika dipikir-pikir, kita tumbuh di dunia yang sering mengukur nilai seseorang dengan banyak hal.

Penampilan.

Pekerjaan.

Pencapaian.

Cara mereka berbicara.

Cara mereka membawa diri.

Tapi apakah hal-hal itulah yang membuat seseorang layak diperjuangkan?

Ataukah ada sesuatu yang tidak bisa dihitung dan tidak bisa dijelaskan?

Sesuatu yang membuat seseorang berkata, “Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku tetap ingin tinggal.”

Kadang aku bertanya-tanya apakah semua orang pernah memikirkan hal yang sama.

Apakah mereka juga pernah terbangun di tengah malam dan bertanya dalam hati, seperti apa rasanya menjadi pilihan yang begitu penting bagi seseorang?

Bukan pilihan karena kebetulan.

Bukan pilihan karena tidak ada alternatif lain.

Melainkan pilihan yang tetap dipilih meski ada alasan untuk menyerah.

Aku tidak memiliki jawaban untuk semua itu.

Mungkin memang tidak ada jawaban yang pasti.

Mungkin setiap orang akan menemukan makna yang berbeda.

Atau mungkin pertanyaan ini memang tidak pernah dimaksudkan untuk diselesaikan.

Mungkin ia hanya ingin ditemani sebentar.

Seperti seseorang yang duduk di sebelah kita dalam perjalanan panjang, tanpa banyak bicara, hanya mengingatkan bahwa ada hal-hal yang masih belum kita pahami tentang hati manusia.

Dan malam ini, pertanyaan itu kembali datang.

Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dianggap layak untuk diperjuangkan?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Content Protected